Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pengawasan Rutan Diperketat, Tekan Narkoba dan Penipuan

3
×

Pengawasan Rutan Diperketat, Tekan Narkoba dan Penipuan

Sebarkan artikel ini

Padang Panjang (Bapermennews) – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, menegaskan pentingnya pengawasan ketat di dalam rumah tahanan (rutan) guna mencegah peredaran narkoba, praktik penipuan, serta berbagai tindak pidana lainnya.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang, Senin. Dalam kesempatan itu, ia menilai peran Kepala Rutan sangat strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif.

“Kepala Rutan tidak hanya bertanggung jawab pada aspek pengamanan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membimbing warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Kunrat.

Menurutnya, suasana rutan yang aman dan tertib harus dibangun melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang efektif dan berintegritas.

Kunrat juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi terkait kondisi dan kegiatan di dalam rutan. Ia menilai keterbukaan informasi dapat mendorong peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.

“Media adalah mitra kerja dalam menyampaikan informasi. Kritik yang membangun sangat diperlukan agar rutan menjadi lebih baik,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan agar razia dilakukan secara rutin dan berkala dengan melibatkan aparat serta stakeholder terkait. Langkah ini merupakan bentuk deteksi dini sekaligus upaya pencegahan terhadap masuknya barang-barang terlarang ke dalam rutan.

Di sisi lain, Kunrat menegaskan pentingnya pembinaan warga binaan melalui program yang terarah dan berkelanjutan. Kanwil Ditjenpas Sumatera Barat mewajibkan setiap lapas dan rutan menjalankan tiga program utama, yakni program pesantren, Pramuka, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Program pesantren difokuskan pada penguatan nilai keagamaan dan spiritual, Pramuka untuk membentuk karakter serta kedisiplinan, sementara PKBM memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menyelesaikan pendidikan formal melalui jalur kesetaraan.

“Melalui PKBM, warga binaan yang belum memiliki ijazah dapat menyelesaikan pendidikan dan memiliki kepercayaan diri lebih saat kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, diperlukan kerja sama lintas sektor dengan berbagai instansi, seperti Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, serta Kwartir Cabang Pramuka.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan serah terima jabatan Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang dari Torkis Freddy Siregar kepada Novri Abbas.

Kunrat menyampaikan apresiasi atas dedikasi Torkis selama kurang lebih satu tahun tujuh bulan bertugas, sebelum mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan di Sulawesi Utara.

Kepada pejabat yang baru, ia berpesan agar dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan serta terus meningkatkan kinerja melalui inovasi dan pembaruan.

Menutup arahannya, Kunrat kembali menegaskan pentingnya menjaga sinergi dengan berbagai pihak sebagai kunci utama dalam mewujudkan rumah tahanan yang aman, tertib, serta mampu memberikan pembinaan yang optimal bagi warga binaan.

(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *