Example floating
Example floating
BeritaNasional

Baru Lima Bulan Dikerjakan, Bronjong di Balai Gadang Jebol Diterjang Banjir, Dua Rumah Hanyut

37
×

Baru Lima Bulan Dikerjakan, Bronjong di Balai Gadang Jebol Diterjang Banjir, Dua Rumah Hanyut

Sebarkan artikel ini

PADANG (bapermennews.com) – Pekerjaan pembangunan batu bronjong di kawasan Baringin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, dilaporkan mengalami kerusakan meski baru sekitar lima bulan selesai dikerjakan. Bronjong tersebut jebol setelah aliran Sungai Aia Dingin, Lubuk Minturun, dilanda banjir pada Sabtu (10/10/2026), yang mengakibatkan dua rumah warga di pinggir sungai hanyut.

Salah seorang warga setempat, Aciak (68), mengatakan banjir yang terjadi pada Sabtu lalu menurut pengamatannya tidak terlalu besar. Namun, bronjong yang masih tergolong baru itu justru mengalami kerusakan hingga menyebabkan air sungai meluap ke kawasan permukiman.

Menurut Aciak, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan bronjong yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya selaku kontraktor.

Ia menduga ukuran batu yang digunakan untuk mengisi bronjong terlalu kecil dan mempertanyakan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis pekerjaan.

“Banjirnya tidak terlalu besar, tetapi bronjong yang baru dikerjakan itu sudah jebol. Kami mempertanyakan kualitas pekerjaannya karena dampaknya sangat besar bagi warga,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Baron (50). Ia mengaku sejak awal pelaksanaan pekerjaan telah mengingatkan agar batu yang digunakan untuk mengisi bronjong berukuran cukup besar dan sesuai kebutuhan konstruksi.

Namun, menurut Baron, proses pemasangan batu dilakukan menggunakan alat berat dan ia menilai ukuran batu yang dimasukkan tidak sesuai dengan yang diharapkan warga.

“Kami sudah menduga hal ini bisa terjadi. Baru beberapa bulan dikerjakan, bronjong sudah jebol. Sejak awal kami mengingatkan agar batu yang digunakan berukuran besar dan sesuai spesifikasi,” ungkapnya.

Warga Minta BWS dan Aparat Penegak Hukum Turun Tangan

Jebolnya bronjong tersebut menyebabkan aliran Sungai Aia Dingin meluap dan menghanyutkan dua rumah warga yang berada di tepi sungai.

Atas kejadian itu, warga meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama instansi terkait dan aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi konstruksi serta mutu material yang digunakan.

Warga juga menduga terdapat persoalan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut dan meminta agar dugaan itu ditelusuri melalui pemeriksaan teknis maupun proses hukum apabila ditemukan bukti pelanggaran.

“Saya yakin, kalau pengerjaan bronjong sesuai spesifikasi, konstruksinya seharusnya bisa bertahan lebih lama. Kami meminta aparat terkait memeriksa pekerjaan ini dan menindaklanjutinya sesuai aturan yang berlaku apabila ditemukan pelanggaran,” tegasnya.

Meski demikian, dugaan ketidaksesuaian spesifikasi maupun dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis, dokumen kontrak, dan hasil audit oleh pihak berwenang.

PPK dan PT Nindya Karya Belum Memberikan Keterangan

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan bronjong tersebut, Erianto, telah dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk dimintai keterangan mengenai kerusakan konstruksi tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diterima redaksi.

Secara terpisah, Project Manager PT Nindya Karya, Mashudi, juga telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait penyebab jebolnya bronjong dan dugaan ketidaksesuaian material yang disampaikan warga. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

Redaksi BAPERMENNEWS.COM tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PPK, PT Nindya Karya, BWS, serta pihak terkait lainnya demi memenuhi prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan sesuai kaidah jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *