Example floating
Example floating
BeritaNasional

Sirene EWS Berbunyi di Padang, Seluruh Sensor Banjir Berstatus Warning, TRC Evakuasi Warga

30
×

Sirene EWS Berbunyi di Padang, Seluruh Sensor Banjir Berstatus Warning, TRC Evakuasi Warga

Sebarkan artikel ini

PADANG (bapermennews.com) – Ancaman banjir membayangi sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026). Sirene peringatan dini banjir atau Early Warning System (EWS) dibunyikan setelah seluruh sensor pemantauan yang dilaporkan menunjukkan status warning. Tim Reaksi Cepat (TRC) turut bergerak melakukan evakuasi warga di tengah meningkatnya debit air.

Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat yang menyebutkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data pemantauan yang disampaikan, ketinggian air di kawasan Batu Busuk tercatat mencapai 4,29 meter. Sementara itu, sensor di Lubuk Minturun menunjukkan angka 3,72 meter. Adapun di kawasan Guo, ketinggian air terpantau berkisar antara 2,23 hingga 2,31 meter.

Seluruh sensor yang dilaporkan berada dalam status warning. Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Padang membunyikan sirene sebagai peringatan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.

TRC juga melakukan evakuasi warga menyusul kondisi debit air yang meningkat. Namun, hingga berita ini disusun, belum tersedia keterangan terperinci mengenai jumlah warga yang dievakuasi maupun lokasi penampungan sementara.

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat

Ancaman banjir tersebut juga perlu diwaspadai seiring potensi hujan lanjutan. Dalam pembaruan peringatan dini yang disebut dikeluarkan pukul 14.20 WIB, BMKG Sumatera Barat memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat mulai pukul 14.30 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB.

Di Kota Padang, wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut meliputi Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah.

Peringatan cuaca serupa juga mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, dan Pasaman Barat. Kota Solok, Padang Panjang, serta Pariaman turut disebut dalam wilayah yang berpotensi terdampak cuaca tersebut.

Potensi hujan juga diperkirakan meluas ke sejumlah wilayah lain, termasuk Kabupaten Sijunjung, beberapa kecamatan di Agam dan Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, serta Kota Sawahlunto, Bukittinggi, dan Payakumbuh.

Kombinasi peningkatan debit air dan potensi hujan lanjutan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan kawasan rawan banjir.

Meski demikian, data pemantauan yang tersedia belum cukup untuk memastikan wilayah yang akan mengalami banjir lanjutan maupun luas dampak yang mungkin ditimbulkan.

Warga Diminta Patuhi Peringatan Petugas

Masyarakat yang bermukim di kawasan rawan banjir diimbau tidak mengabaikan bunyi sirene EWS dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan. Warga yang berada di dekat aliran sungai juga diminta menjauhi tepian sungai ketika debit air meningkat.

Apabila petugas mengarahkan evakuasi, masyarakat diharapkan segera menuju lokasi yang aman tanpa menunggu kondisi semakin memburuk. Prioritas bantuan perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta warga yang membutuhkan pendampingan untuk berpindah tempat.

Selain itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan situasi melalui kanal informasi resmi BPBD Kota Padang dan BMKG Sumatera Barat.

Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi memperburuk kondisi di kawasan rawan bencana. Karena itu, kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kepatuhan terhadap instruksi petugas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan warga.

Bunyi sirene EWS menjadi peringatan bagi masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir. Perkembangan debit sungai, kondisi cuaca, dan situasi di lapangan perlu terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *