Example floating
Example floating
BeritaUncategorized

Wagub Sumbar Koordinasi dengan BMKG, Solok Diminta Waspadai Longsor Susulan

45
×

Wagub Sumbar Koordinasi dengan BMKG, Solok Diminta Waspadai Longsor Susulan

Sebarkan artikel ini

PADANG (bapermennews.com) – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan di Kabupaten Solok setelah bencana longsor melanda kawasan Arosuka.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, pada Selasa dini hari (22/9/2026), langsung berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca di wilayah tersebut.

Langkah tersebut dilakukan karena hujan masih mengguyur kawasan terdampak. Selain mengganggu sejumlah akses jalan, longsor juga berdampak terhadap beberapa kantor pemerintahan dan permukiman masyarakat.

Vasko menekankan pentingnya informasi cuaca bagi seluruh personel yang tengah melakukan penanganan bencana di lapangan.

“Pemantauan kondisi cuaca penting dilakukan agar tim yang melakukan penanganan di lapangan tidak berisiko, mengingat saat ini hujan masih turun di lokasi kejadian. Keselamatan masyarakat dan petugas harus menjadi perhatian utama,” kata Vasko.

Dalam komunikasi dengan BMKG, Vasko meminta informasi mengenai kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang yang dapat terjadi di Kabupaten Solok maupun daerah sekitarnya.

Kepala BMKG, Decky Irmawan, menjelaskan bahwa prakiraan cuaca untuk 22 September 2026 menunjukkan Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan berpotensi mengalami hujan serta angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari.

Menurut Decky, peningkatan curah hujan perlu mendapat perhatian karena dapat memicu bencana hidrometeorologi. Risiko tersebut antara lain tanah longsor, terutama di wilayah yang memiliki kondisi geografis dan tingkat kerawanan tertentu.

Ia juga menyebut kejadian longsor di Kabupaten Solok diduga berkaitan dengan akumulasi curah hujan yang cukup tinggi sejak Senin (21/9/2026) siang hingga sore.

“Akumulasi hujan yang cukup tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya longsor. Karena itu, kondisi cuaca dan potensi pergerakan tanah perlu terus diwaspadai, terutama oleh tim yang melakukan penanganan di lokasi,” ujar Decky.

Kondisi di lokasi bencana juga menjadi tantangan tersendiri karena minimnya penerangan. Karena itu, perkembangan cuaca dan kondisi tanah menjadi faktor yang harus diperhatikan sebelum petugas melakukan aktivitas di kawasan terdampak.

Vasko meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana tetap menjalankan tugas, namun dengan mempertimbangkan faktor keselamatan. Hal tersebut terutama berlaku dalam kegiatan pencarian, evakuasi warga, dan pembersihan material longsor.

“Informasi dari BMKG ini menjadi dasar bagi kita untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. Tim harus tetap bergerak, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Pemprov Sumbar selanjutnya akan terus melakukan koordinasi bersama BMKG dan Pemerintah Kabupaten Solok guna memantau perkembangan cuaca serta kondisi di wilayah terdampak.

Pemerintah memastikan langkah penanganan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan perkembangan cuaca, dengan keselamatan masyarakat serta petugas menjadi perhatian utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *