Example floating
Example floating
BeritaHukumKriminalNasional

Cegah Masuknya Narkoba dari Sumut, Polres Pasaman Barat Intensifkan Razia Perbatasan

19
×

Cegah Masuknya Narkoba dari Sumut, Polres Pasaman Barat Intensifkan Razia Perbatasan

Sebarkan artikel ini

PASAMAN BARAT (bapermennews.com) — Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat, memperketat pengawasan di kawasan perbatasan dengan Sumatera Utara guna mengantisipasi masuknya narkotika dan memutus jalur peredarannya.

Kecamatan Ranah Batahan menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus aparat kepolisian. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang berdasarkan keterangan sejumlah tersangka disebut sebagai daerah asal pasokan narkotika ke Pasaman Barat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengatakan, patroli dan razia terus ditingkatkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku peredaran narkotika.

“Daerah perbatasan di Kecamatan Ranah Batahan menjadi perhatian kami. Di situlah pintu masuk dari Sumatera Utara selain jalur laut,” kata Agung di Simpang Empat, Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan data penanganan perkara selama Januari hingga Agustus 2026, Polres Pasaman Barat menangani 46 kasus narkotika dengan total 57 orang tersangka.

Dalam pengungkapan perkara tersebut, polisi menyita barang bukti berupa ganja seberat 1.208,5 gram, sabu-sabu 732,3 gram, serta lima butir ekstasi dengan berat keseluruhan 2,20 gram.

Agung menjelaskan, keterangan para tersangka menunjukkan bahwa narkotika yang beredar di Pasaman Barat umumnya dibawa dari Kabupaten Mandailing Natal. Barang terlarang tersebut kemudian diduga diedarkan di Pasaman Barat dan sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat.

Letak geografis yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara menjadi salah satu tantangan dalam pengawasan jalur perlintasan. Untuk mengantisipasi kondisi itu, kepolisian memusatkan perhatian pada sejumlah kawasan yang dinilai rawan.

Selain Ranah Batahan, pengawasan juga ditingkatkan di kawasan Talu, Kecamatan Talamau. Jajaran kepolisian sektor di kedua wilayah tersebut diminta mengintensifkan patroli dan razia serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang dicurigai berkaitan dengan peredaran narkotika.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam apabila mengetahui adanya dugaan transaksi atau peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Informasi dari masyarakat dinilai penting untuk membantu kepolisian mengungkap jaringan yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Pengawasan melalui razia dan patroli terus kami tingkatkan, baik di perbatasan Ranah Batahan maupun di Talu, Kecamatan Talamau,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya pemberantasan narkotika memerlukan kerja sama antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Dukungan informasi dari warga diharapkan dapat membantu mencegah penyalahgunaan serta mempersempit ruang peredaran narkoba.

Polres Pasaman Barat menyatakan akan terus meningkatkan pengawasan di kawasan perbatasan sebagai bagian dari upaya mencegah masuknya narkotika dan menjaga keamanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *