Example floating
Example floating
BeritaHukum

Cordoba Tour & Travel Pastikan Seluruh Jamaah Berangkat, Klarifikasi Isu 80 Jamaah

29
×

Cordoba Tour & Travel Pastikan Seluruh Jamaah Berangkat, Klarifikasi Isu 80 Jamaah

Sebarkan artikel ini

PADANG (bapermenews.com) — Cordoba Tour & Travel Padang memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan 80 jemaah umrah yang gagal berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Direktur Cordoba Tour & Travel, Deri Oktaviandi, memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan pihaknya tetap berangkat sesuai jadwal. Ia juga menyayangkan penggunaan foto jemaah Cordoba dalam pemberitaan yang dinilai dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

“Kami menyayangkan penggunaan foto jamaah sebagai latar berita pada media daring,” kata Deri dalam keterangan yang diterima di Padang, Jumat (2/10/2026).

Menurut Deri, rombongan jemaah Cordoba Tour & Travel berangkat melalui BIM pada 30 September 2026. Keberangkatan tersebut bertepatan dengan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat.

“Informasi yang menyebut jamaah kami gagal berangkat itu tidak benar. Sebanyak 53 jemaah asal Tebo telah selesai melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci,” ujarnya.

Deri menjelaskan, keberadaan petugas Kanwil Kemenhaj Sumbar di BIM bertepatan dengan jadwal keberangkatan rombongan Cordoba. Karena itu, jemaah Cordoba turut terekam dalam dokumentasi kegiatan pengawasan di area bandara.

Ia juga menjelaskan mengenai informasi terkait kekosongan 80 kursi pada penerbangan Batik Air. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan persoalan kuota maskapai dan tidak berkaitan dengan kegagalan keberangkatan jemaah Cordoba Tour & Travel.

“Kami mengimbau setiap pembuat berita dapat memverifikasi data lapangan agar tidak menciptakan kekeliruan opini di tengah masyarakat,” katanya.

Klaim Rekam Jejak Perusahaan

Deri mengatakan klarifikasi tersebut disampaikan untuk menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan yang telah beroperasi selama 11 tahun.

Cordoba Tour & Travel, kata dia, berdiri sejak 2015 dan memiliki legalitas sebagai penyelenggara perjalanan ibadah sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyebut perusahaan tersebut memiliki legalitas sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah, serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah dengan kantor pusat di Padang.

“Hingga saat ini Cordoba Tour & Travel telah melayani serta memberangkatkan lebih dari 20.000 peserta umrah maupun haji,” ujar Deri.

Ia menambahkan, kelengkapan legalitas menjadi salah satu landasan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan jasa perjalanan ibadah.

“Kami mencatatkan rekam jejak operasional yang bersih tanpa pernah menelantarkan jamaah dalam setiap program pemberangkatan,” katanya.

Kemenhaj Sumbar Jelaskan Tujuan Sidak

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan kegiatan sidak di BIM dilakukan untuk menertibkan biro perjalanan yang tidak memiliki izin.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak ditujukan untuk menyudutkan biro perjalanan yang telah memiliki legalitas.

“Sidak dilakukan atas instruksi pimpinan untuk menertibkan travel bodong. Kami sama sekali tidak berniat menyudutkan travel resmi seperti Cordoba yang dokumennya lengkap dan berangkat dengan baik,” kata Rifki.

Menurut Rifki, pengawasan terhadap biro perjalanan dilakukan sebagai bagian dari upaya melindungi hak jemaah sekaligus menjaga keberlangsungan usaha travel resmi yang menjalankan kegiatan sesuai ketentuan.

“Pengawasan ini justru dilakukan untuk melindungi jamaah dan menjaga ekosistem usaha travel legal agar tidak dirugikan oleh oknum travel tidak berizin,” ujarnya.

Foto Jemaah Disebut Hasil Peliputan Wartawan

Rifki juga memberikan penjelasan mengenai penggunaan foto jemaah dalam pemberitaan mengenai kegiatan sidak di BIM.

Menurutnya, pihak Kanwil Kemenhaj Sumbar hanya menyampaikan informasi melalui rilis resmi, sedangkan foto yang digunakan dalam sejumlah pemberitaan merupakan hasil dokumentasi wartawan yang melakukan peliputan di lapangan.

“Pihak Kanwil hanya mengeluarkan rilis informasi resmi, sedangkan materi foto yang dipakai diambil secara mandiri oleh para wartawan yang meliput di bandara,” katanya.

Sementara mengenai informasi terkait 80 jemaah yang disebut gagal berangkat, Rifki mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran dan verifikasi data.

“Tim Kemenhaj sedang mengumpulkan data lengkap di lapangan dan akan menyampaikannya secara transparan dalam konferensi pers mendatang,” ujarnya.

Dengan demikian, persoalan mengenai jumlah jemaah yang disebut gagal berangkat masih menunggu hasil verifikasi resmi dari Kanwil Kemenhaj Sumbar. Sementara Cordoba Tour & Travel telah menyampaikan klarifikasi bahwa jemaah yang berada dalam rombongannya telah diberangkatkan sesuai jadwal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *