Example floating
Example floating
BeritaNasional

Satgas PRR Sisir Padang Pariaman, Temukan Sejumlah Infrastruktur Jalan Rusak Akibat Bencana

43
×

Satgas PRR Sisir Padang Pariaman, Temukan Sejumlah Infrastruktur Jalan Rusak Akibat Bencana

Sebarkan artikel ini

PADANG PARIAMAN (bapermennews.com) – Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melakukan penyisiran di sejumlah wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), untuk menghimpun data kerusakan infrastruktur akibat bencana.

Penyisiran dilakukan pada Senin (10/8/2026). Tim turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan kondisi infrastruktur sekaligus mengumpulkan data riil yang nantinya menjadi bahan penanganan dan pemulihan pascabencana.

Koordinator Satgas PRR Wilayah Sumbar, Brigjen Pol Yopie Indra Sepang, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah titik kerusakan jalan yang cukup strategis dan menjadi akses utama masyarakat.

“Kami turun untuk mendapatkan data riil. Hasilnya, ditemukan sejumlah infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana di Padang Pariaman,” kata Yopie di Padang, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, terdapat lima titik kerusakan jalan yang menjadi perhatian tim. Infrastruktur tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Kabupaten Padang Pariaman dengan Kabupaten Agam serta menjadi tumpuan aktivitas masyarakat.

Dari lima titik tersebut, empat berada di ruas jalan Batu Basa-Batas Sungai Pingai dan satu titik lainnya berada di Kelok Dama, Kudu Ganting.

Pada titik pertama, tepatnya di koordinat -0.376864, 100.039240, badan jalan terputus akibat bencana yang terjadi pada November 2025. Hingga kini, masyarakat masih menggunakan akses alternatif berupa jalan tanah dengan jarak memutar sekitar 100 meter.

Titik kedua berada di kawasan Durian Taba, Korong Sungai Pingai. Lokasi tersebut sebelumnya terdampak bencana pada November 2025 dan kembali mengalami gerusan akibat banjir pada 3 Agustus 2026.

“Kondisi saat ini menyebabkan lebar badan jalan berkurang sekitar 50 persen dan berpotensi mengganggu keselamatan serta kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Selanjutnya, titik ketiga berada di Simpang Tiga Padang Gantiang, Sungai Pingai. Lokasi tersebut mengalami longsor saat bencana pada 3 Agustus 2026 yang mengakibatkan sebagian badan jalan hilang.

Sementara titik keempat berada pada koordinat -0.375160, 100.005956. Jalan di lokasi tersebut terputus akibat banjir pada 3 Agustus 2026. Ruas jalan ini merupakan salah satu akses penghubung antara Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam.

Kerusakan tersebut tidak hanya berdampak terhadap mobilitas masyarakat, tetapi juga mengganggu akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan sekitar 1.000 jiwa yang berada di kawasan tersebut.

“Kami melihat langsung anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor,” ungkap Yopie.

Ia menegaskan, kehadiran Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Padang Pariaman merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Menurutnya, seluruh hasil temuan dan laporan dari lapangan akan disampaikan kepada pemerintah pusat untuk dicarikan solusi dan langkah penanganan secara cepat dan tepat.

“Setiap laporan dan temuan Tim Satgas di daerah akan kami bawa ke pusat untuk dicarikan solusi serta penanganannya, sesuai dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Satgas PRR Pascabencana Sumatera merupakan tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Khusus di wilayah Padang Pariaman, tim dipimpin Koordinator Wilayah Sumbar Brigjen Pol Yopie Indra Sepang bersama Kolonel Inf Feksy Dimuri Angi dan Kombes Pol Dennie Andreas Dharmawan.

Selain itu, tim juga melibatkan Bripda Adriel Angkin Arisakti, Nurillah Utami dari BNPB, serta Amalia Siti Rohmah dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *