Padang (bapermennews) – Upaya pencarian terhadap dua bocah yang hanyut saat mandi-mandi di kawasan Pantai Ulak Karang, Kota Padang, resmi dihentikan pada Jumat (24/4/2026). Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan bersama pihak keluarga dan perangkat kelurahan menyatakan operasi sudah tidak lagi efektif.
Penghentian operasi SAR ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, menyusul tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban hingga hari terakhir pencarian.
Humas Kantor SAR Kelas A Padang, Jodi, mengatakan bahwa seluruh upaya telah dilakukan secara maksimal.
“Operasi SAR dihentikan karena sudah tidak efektif. Namun, apabila di kemudian hari ditemukan indikasi keberadaan korban, operasi dapat dibuka kembali,” ujarnya.
Pada hari terakhir pencarian, tim SAR memulai operasi sejak pukul 07.30 WIB dengan membagi kekuatan menjadi enam Search and Rescue Unit (SRU). Area pencarian difokuskan pada wilayah laut dengan cakupan sekitar 20 mil laut, serta penyisiran darat di sekitar lokasi kejadian.
Empat SRU dikerahkan untuk menyisir sektor laut yang dibagi dalam beberapa titik koordinat guna memastikan seluruh area terpantau secara optimal. Sementara dua SRU lainnya melakukan penyisiran darat ke arah utara dan selatan masing-masing sejauh sekitar 3 kilometer dari titik awal kejadian.
Meski seluruh metode pencarian telah dilakukan, termasuk penyisiran laut dan darat secara intensif, hingga pukul 18.00 WIB hasil yang diperoleh masih nihil. Evaluasi bersama pun menyimpulkan bahwa operasi SAR tidak lagi efektif untuk dilanjutkan.
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan, seperti kendaraan operasional, perahu karet lengkap dengan motor tempel, peralatan penyelaman, alat komunikasi, perlengkapan medis, hingga drone thermal untuk membantu pemantauan dari udara.
Operasi ini juga melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Padang, TNI, Brimob Polda Sumbar, Polisi Air dan Udara, BPBD Kota Padang, Dinas Pemadam Kebakaran, PMI, relawan, hingga masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.
Meski operasi resmi dihentikan, pihak SAR menegaskan akan tetap melakukan pemantauan dan siap membuka kembali pencarian jika ditemukan petunjuk baru.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat agar lebih waspada, khususnya dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di kawasan pantai yang memiliki risiko tinggi terhadap arus dan gelombang laut.
(RM)















