PADANG (bapermennews.com) – Proyek pembangunan batu bronjong yang diduga merupakan bagian dari kegiatan penanggulangan bencana di Kelurahan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menjadi sorotan. Pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, sementara penggunaan material batu dalam proyek itu juga dipertanyakan.
Saat melakukan peninjauan lapangan pada Selasa (20/10/2026), media ini tidak menemukan papan informasi proyek. Akibatnya, masyarakat belum memperoleh informasi mengenai nilai anggaran, kontraktor pelaksana, maupun sumber pendanaan kegiatan tersebut.
Di lokasi pekerjaan, media ini juga tidak menemukan kontraktor pelaksana, tim teknis, ataupun konsultan perencana. Hanya terlihat beberapa warga yang mengumpulkan batu dari badan sungai untuk digunakan sebagai material pengisi bronjong.
Salah seorang warga setempat yang dikenal dengan panggilan Man (40) mengatakan, masyarakat tidak mengetahui secara pasti siapa kontraktor yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Menurutnya, pekerjaan bronjong telah terhenti selama beberapa hari karena kawat bronjong yang dibutuhkan belum tersedia.
“Sudah beberapa hari ini tukang tidak bekerja, karena kawat bronjong sudah habis dan menunggu datang dari Jawa,” ujar Man.
Ia menilai hasil pemasangan bronjong yang terlihat di lokasi masih jauh dari harapan masyarakat. Man berharap pekerjaan tersebut mendapat perhatian serius dari pihak berwenang dan, apabila ditemukan indikasi pelanggaran, dapat dilaporkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain persoalan transparansi proyek, pemasangan bronjong juga dipertanyakan karena diduga tidak dilengkapi geotekstil (geotextile) sebagai lapisan pemisah atau penyaring material tanah di belakang konstruksi. Namun, kesesuaian penggunaan geotekstil perlu diperiksa berdasarkan spesifikasi teknis dan dokumen perencanaan proyek.

Material batu yang digunakan juga menjadi perhatian. Di lokasi ditemukan batu campuran, yakni batu gunung dan batu kali, serta sejumlah batu berukuran kecil. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian material dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Bahkan, berdasarkan pengamatan di lapangan, terdapat bagian bronjong yang dilaporkan sudah mengalami kerusakan. Dugaan bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh aliran air masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis.
Terkait dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi dan asal-usul material yang dipertanyakan, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi teknis berwenang.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan, mulai dari keterbukaan informasi anggaran, kualitas material, metode pemasangan, hingga ketahanan konstruksi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan dari pihak kontraktor pelaksana maupun instansi yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut. Media ini membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan guna menjaga keberimbangan pemberitaan.















