Example floating
Example floating
Berita

Pengerjaan Rekonstruksi jalan Provinsi di ruas Gubuk Cino-Sitangkai diduga dikerjakan asal asalan

28
×

Pengerjaan Rekonstruksi jalan Provinsi di ruas Gubuk Cino-Sitangkai diduga dikerjakan asal asalan

Sebarkan artikel ini

Tanah Datar (Sumbar) (bapermennews) – Meski sudah ada aturan yang selalu mengingatkan agar kontraktor selaku pihak ketiga agar bekerja sesuai aturan, namun anehnya, ditemukan Rekonstruksi jalan Provinsi di ruas Gubuk Cino-Sitangkai (P.039) yang berlokasi di Kenagarian Atar, Kecamatan Padang Gnnting Kabupaten Tanah Datar dengan nomor kontrak 620/09.1/P.039-BM/KTR/IV/2026 dengan anggaran Rp.1,5 Milliar yang dikerjakan oleh PT. Sarana Mitra Saudara (SMS) dengan waktu pelaksanaan 90 hari kelender, diduga asal-asalan dan tanpa pengawasan.

Berdasarkan hasil temuan media ini dilapangan,selain minim nya rambu-rambu pada ruas pekerjaan itu para pekerja pun tidak memakai alat pelindung diri (APD).
Selain itu,untuk lebaran jalan terlihat tidak ada pemadatan dan langsung didatangkan agregat klas B,dan untuk pasangan drainase diduga materialnya dari quary yang tidak berizin.

Ironisnya saat media ini mengkonfirmasikan kepada beberapa pekerja di lokasi proyek tidak mengetahui siapa pimpinan/orang teknis yang mengawasi pekerjaan tersebut termasuk saat dipertanyakan siapa konsultan pengawasnya,
Baik tim teknis dan konsultan pengawas tidak kami temukan di lapangan.

Saat dikonfirmasikan kepada Elfiandi selaku Kabid Bina Marga BMCKTR Provinsi Sumatera Barat mengenai tidak ditemukan tim teknis/pengawas oleh media ini mengatakan

” Sudah 2 minggu ini PPK dan tim teknis dilapangan pak, untuk mengawasi pekerjaan aspal, disana juga ada base campnya pak, pelaksananya juga ada disitu”. Ungkap Elfiandi.

Padahal, media ini tidak menemukan atau mendapatkan informasi dimana keberadaan tim teknis pelaksana, dan konsultan pengawas. Hal ini juga dikonfirmasikan kepada Site Manager pada lokasi yang berbeda PT.Sarana Mitra Saudara (SMS) mengatakan “Site Manager nya adalah Zaitul” Ungakapnya, Namun Zaitul tidak kami temukan dilokasi proyek. (IS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *