PASAMAN BARAT (bapermennews.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk segera memperbaiki akses jalan menuju wilayah terisolasi Rura Patontang, Kecamatan Koto Balingka, guna mempermudah mobilitas masyarakat serta meningkatkan pelayanan dasar, terutama sektor kesehatan.
Bupati Pasaman Barat Yulianto menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi jalan yang mengalami kerusakan bersama dinas teknis terkait untuk memastikan langkah percepatan penanganan segera dilakukan.
Menurutnya, kehadiran pemerintah bersama organisasi perangkat daerah terkait merupakan bentuk keseriusan dalam menindaklanjuti persoalan akses yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat setempat.
“Kami ingin memastikan perbaikan jalan ini segera dilakukan agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan, terutama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat juga melakukan identifikasi terhadap sejumlah titik jalan yang memerlukan penanganan prioritas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Pasaman Barat, Bambang Sumarsono, menjelaskan bahwa terdapat sekitar 1,2 kilometer ruas jalan yang memerlukan pengerasan agar dapat dilalui kendaraan roda empat.
Perbaikan tahap awal akan difokuskan pada ruas tersebut melalui pengerasan jalan menggunakan material pendukung agar akses masyarakat menjadi lebih mudah dan aman.
Selain itu, hasil peninjauan juga menemukan sekitar 3,8 kilometer ruas jalan serta dua unit jembatan yang akan diusulkan kepada pemerintah pusat guna memperoleh dukungan anggaran pembangunan lanjutan.
Rura Patontang diketahui menjadi salah satu wilayah dengan akses yang masih terbatas di Pasaman Barat. Kondisi jalan yang sulit dilalui selama ini berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju layanan kesehatan.
Belum lama ini, kondisi tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah seorang ibu yang hendak melahirkan harus ditandu keluar dari wilayah itu akibat kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Peristiwa tersebut berakhir duka setelah bayi yang dilahirkan meninggal dunia.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Pasaman Barat juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang berduka serta menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat.















