Example floating
Example floating
Berita

PETI di Galugua Diduga Masih Marak, Puluhan Alat Berat Beroperasi Siang dan Malam

43
×

PETI di Galugua Diduga Masih Marak, Puluhan Alat Berat Beroperasi Siang dan Malam

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA (CNPost) – Meski berbagai pihak, termasuk masyarakat, telah berulang kali memprotes aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, aktivitas tersebut diduga masih terus berlangsung.

Bahkan, Polda Sumatera Barat sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk memberantas aktivitas PETI. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas penambangan emas ilegal diduga masih terjadi secara terang-terangan dan terkesan berlangsung secara terstruktur serta masif.

Salah satunya terpantau di Kenagarian Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota. Puluhan alat berat jenis excavator diduga masih beroperasi di sejumlah lokasi, meskipun sebelumnya telah dilakukan penertiban oleh jajaran Polres Limapuluh Kota pada 3 Agustus 2026.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, aktivitas alat berat tersebut bahkan berlangsung pada siang hingga malam hari di tiga jorong yang berada di Kenagarian Galugua.

“Masih menambang orang di sini, Pak. Ada sekitar puluhan alat berat yang terpantau melakukan aktivitas penambangan di lokasi,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Selasa (11/8/2026).

Menurut sumber tersebut, sebelumnya memang terdapat kegiatan penertiban oleh aparat kepolisian di lokasi tambang emas di Kenagarian Galugua. Namun, ia menilai penertiban tersebut belum memberikan dampak terhadap aktivitas PETI yang diduga kembali berjalan setelah petugas meninggalkan lokasi.

“Memang kemarin ada polisi melakukan razia di lokasi tambang emas di Kenagarian Galugua, Kecamatan Kapur IX. Tapi razia tersebut terkesan hanya formalitas,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar penertiban dilakukan secara lebih menyeluruh dengan memanfaatkan teknologi seperti drone serta menelusuri akses melalui jalur sungai. Hal tersebut, menurutnya, diperlukan karena aktivitas penambangan diduga telah berlangsung secara terorganisir.

“Kalau memang aparat penegak hukum benar-benar ingin menertibkan tambang emas ilegal di Kenagarian Galugua, seyogyanya menggunakan drone atau menyisir melalui jalur sungai, karena diduga kuat aktivitas ini sudah terorganisir,” katanya.

Lebih lanjut, sumber tersebut juga menduga aktivitas PETI dapat berlangsung dalam waktu cukup lama karena adanya pihak-pihak tertentu yang memberikan dukungan atau perlindungan.

“Diduga ada oknum ‘hijau dan coklat’ yang membekingi, sehingga aktivitas tersebut bisa tetap berjalan dan aman selama ini,” ujarnya.

Namun demikian, dugaan keterlibatan maupun pembekingan tersebut masih memerlukan pembuktian dan pendalaman dari aparat penegak hukum.

Sementara itu, Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Ady Nofiadi Nata saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp pada Selasa (11/8/2026) belum memberikan tanggapan terkait dugaan aktivitas PETI tersebut. Ia juga disebut belum dapat bertemu dengan wartawan dengan alasan sedang memiliki banyak kegiatan.

Konfirmasi juga dilakukan kepada Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., melalui WhatsApp pada hari yang sama. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh jawaban terkait dugaan masih beroperasinya puluhan alat berat di kawasan tersebut.

Media ini akan terus melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, guna memperoleh informasi yang berimbang, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *