Example floating
Example floating
Berita

Antrean Solar Mengular di SPBU Sumbar, Warga Keluhkan Kelangkaan BBM

25
×

Antrean Solar Mengular di SPBU Sumbar, Warga Keluhkan Kelangkaan BBM

Sebarkan artikel ini

PADANG (Bapermennews.com) – Antrean panjang kendaraan pengangkut barang dan truk di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Barat kini sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi masyarakat. Hampir di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar, kendaraan berbahan bakar solar terlihat mengular demi mendapatkan BBM subsidi tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait penyebab panjangnya antrean solar di SPBU. Warga menduga kelangkaan terjadi akibat berkurangnya pasokan BBM jenis solar ke Sumbar atau adanya faktor lain yang memicu tingginya kebutuhan solar.

Salah seorang sopir yang ditemui Bapermennews.com di lokasi antrean, At (53), mengaku sudah menunggu selama tiga jam namun belum juga mendapatkan solar untuk kendaraannya.

“Kadang saya parkir mobil dari malam, baru pagi bisa dapat solar. Karena sulitnya solar sekarang, saya sampai terpaksa memakai sepeda motor untuk pergi bekerja,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Peri (42), seorang pedagang yang ditemui di salah satu SPBU. Ia menyebut antrean dan kelangkaan BBM solar sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin parah sejak maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah daerah di Sumbar.

“Sejak PETI marak, solar semakin susah didapat dan antrean di SPBU makin panjang,” katanya.

Peri berharap pemerintah dan instansi terkait segera mencari solusi atas kelangkaan BBM tersebut. Sebab, jika terlalu lama mengantre di SPBU, dirinya terpaksa membeli solar di luar dengan harga lebih mahal.

“Kalau beli di luar SPBU tentu modal usaha bertambah. Dampaknya harga barang kebutuhan pokok juga ikut naik,” jelasnya.

Sementara itu, Dirwaster Bapermen Sumbar, Hendri Pratama mengatakan pihaknya telah menyurati Pertamina Patra Niaga wilayah Sumbar terkait persoalan kelangkaan BBM solar tersebut. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada tindakan tegas maupun solusi nyata dari pihak terkait.

“Kami berharap ada langkah konkret dari Pertamina untuk mengatasi kelangkaan solar ini. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di Sumatera Barat,” tegasnya.

Ia juga menilai kelangkaan solar diduga berkaitan dengan maraknya aktivitas PETI yang semakin menjamur di Sumbar. Pasalnya, alat berat yang digunakan dalam aktivitas tambang ilegal tersebut membutuhkan pasokan solar dalam jumlah besar.(Akbar/IHll)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *