JAKARTA (bapermennews.com) – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), , memberikan apresiasi atas penyelenggaraan VBC Pagi-Pagi Party (VW Kodok) yang digelar oleh Volkswagen Beetle Club (VBC) bekerja sama dengan Sarinah di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Menurut Bamsoet, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para pecinta mobil klasik Volkswagen, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, promosi UMKM, serta pengembangan sektor pariwisata.
Beragam agenda seperti Beetle Fun Contest, Photography Contest, dan bazar UMKM dinilai menjadi bukti bahwa komunitas otomotif mampu menghadirkan kegiatan yang produktif, edukatif, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“VBC Pagi-Pagi Party menunjukkan komunitas otomotif mampu menghadirkan kegiatan yang positif, edukatif, dan memberi manfaat ekonomi. Pecinta Volkswagen berhasil memadukan kecintaan terhadap kendaraan klasik dengan promosi UMKM, kreativitas fotografi, serta ruang interaksi masyarakat yang semakin memperkuat ekosistem otomotif nasional,” ujar Bamsoet.
Ia menilai, di tengah pesatnya perkembangan industri otomotif nasional, komunitas kendaraan klasik memiliki peran penting dalam menjaga sejarah otomotif sekaligus membangun budaya otomotif yang sehat dan berkelanjutan.
Mantan Ketua DPR RI itu menjelaskan, komunitas otomotif kini telah berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif nasional. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan mampu menghidupkan sektor perdagangan, jasa, pariwisata, perhotelan, kuliner, media digital, hingga industri suku cadang.
Bamsoet juga mengapresiasi keterlibatan Sarinah sebagai mitra penyelenggara yang dinilai berhasil mengoptimalkan fungsi ruang publik sebagai pusat aktivitas komunitas, promosi produk lokal, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Komunitas otomotif saat ini telah menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif Indonesia. Setiap kegiatan yang diselenggarakan mampu menciptakan multiplier effect bagi banyak sektor usaha, mulai dari UMKM, kuliner, fotografi, merchandise, hingga jasa kreatif lainnya. Semangat kolaborasi seperti inilah yang perlu terus diperkuat,” katanya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Bamsoet menegaskan bahwa mobil klasik Volkswagen memiliki nilai historis yang tinggi dan telah menjadi salah satu ikon otomotif dunia yang tetap diminati lintas generasi.
Ia menambahkan, di berbagai negara kendaraan klasik telah berkembang menjadi bagian dari industri wisata otomotif, museum, festival budaya, hingga pasar kendaraan koleksi bernilai tinggi. Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan konsep serupa melalui kolaborasi kreatif antar komunitas.
“Merawat mobil klasik berarti ikut merawat sejarah perkembangan industri otomotif dunia. Setiap kendaraan memiliki cerita, teknologi, dan nilai budaya yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, komunitas memiliki peran penting dalam menjaga warisan tersebut tetap hidup,” tutup Bamsoet.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Komunitas Volkswagen Indonesia , Ketua Umum VBC John Da Silva, Ketua Harian VBC Abi Subaya, serta berbagai komunitas Volkswagen dari berbagai daerah.















