Example floating
Example floating
BeritaNasional

Hari Ketiga Pencarian KM Arupadatu 1, Polri Kerahkan 59 Personel, Delapan Orang Masih Dicari

16
×

Hari Ketiga Pencarian KM Arupadatu 1, Polri Kerahkan 59 Personel, Delapan Orang Masih Dicari

Sebarkan artikel ini

BANTEN (bapermennews.com) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengintensifkan operasi pencarian terhadap delapan orang yang masih dinyatakan hilang setelah kapal cepat KM Arupadatu 1 dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten.

Memasuki hari ketiga operasi SAR, Polri mengerahkan sedikitnya 59 personel untuk memperkuat pencarian gabungan. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto, yang turut berada di tengah laut menggunakan KP Sanjaya-7017.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keterlibatan langsung pimpinan di lapangan merupakan bentuk keseriusan Polri dalam memastikan proses pencarian berjalan optimal, terukur dan terpadu.

“Memasuki hari ketiga, Polri terus mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian setelah KM Arupadatu 1 hilang kontak. Sedikitnya 59 personel Polri dikerahkan,” ujar Trunoyudo.

KP Sanjaya-7017 Kembali Dikerahkan

KP Sanjaya-7017 telah terlibat dalam operasi pencarian sejak hari kedua dan kembali dikerahkan pada hari ketiga untuk menyisir wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan KM Arupadatu 1.

Pada Kamis pagi, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti briefing di atas kapal. Sekitar pukul 08.00 WIB, KP Sanjaya-7017 bergerak bersama KN SAR Tetuka menuju perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Kapal tersebut membawa 36 personel, terdiri dari 27 awak kapal, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dua personel Basarnas dan dua awak media.

Sementara itu, tiga personel Ditpolairud Polda Banten turut ditempatkan di KN SAR Tetuka milik Basarnas untuk memperkuat operasi pencarian.

Penempatan personel pada sejumlah unsur SAR tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian dan memastikan setiap sektor dapat disisir secara optimal.

Wilayah Pencarian Mencapai 2.483 Mil Laut Persegi

Pada hari ketiga, Basarnas Banten membagi wilayah operasi menjadi enam sektor pencarian dengan luas keseluruhan mencapai 2.483 nautical mile square (NM²).

KP Sanjaya-7017 ditugaskan menyisir sektor B yang terbagi menjadi delapan sub-sektor, yakni B1 hingga B8. Sedangkan KN SAR Tetuka melakukan pencarian di sektor C yang juga dibagi menjadi delapan sub-sektor, C1 hingga C8.

Pembagian wilayah tersebut dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan posisi terakhir kapal, arah angin, arus laut, tinggi gelombang, kondisi cuaca serta informasi terbaru yang diperoleh tim di lapangan.

Petugas juga melakukan pengamatan terhadap berbagai kemungkinan petunjuk, mulai dari keberadaan korban, bagian kapal, benda-benda yang diduga berkaitan dengan kapal, perlengkapan keselamatan hingga tanda lain yang dapat membantu menentukan lokasi KM Arupadatu 1.

Secara keseluruhan, operasi hari ketiga melibatkan lebih dari 280 personel gabungan dari berbagai unsur.

Selain Polri dan Basarnas, operasi turut melibatkan TNI, Bakamla, KSOP, BPBD, unsur kewilayahan, potensi SAR, nelayan, masyarakat, media serta keluarga korban.

Sejumlah sarana juga dikerahkan, termasuk kapal SAR, kapal patroli, Rigid Inflatable Boat (RIB), dukungan udara, drone thermal, sarana medis, perangkat komunikasi dan kendaraan pendukung di darat.

Cuaca dan Kondisi Laut Jadi Tantangan

Operasi pencarian berlangsung dalam kondisi yang cukup menantang. Cuaca di sejumlah wilayah dilaporkan berawan tebal hingga berkabut dengan kecepatan angin sekitar 15 knot. Sementara tinggi gelombang di beberapa lokasi dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Luasnya wilayah pencarian, perubahan arus, kondisi gelombang serta aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan oleh seluruh tim SAR.

Polri menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan operasi, terutama karena pencarian dilakukan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

“Kami memahami ada keluarga yang menunggu kepastian. Karena itu, pencarian akan terus dilakukan secara maksimal, terukur dan terpadu dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel yang berada di lapangan,” tegas Trunoyudo.

Polisi Selidiki Penyebab KM Arupadatu 1 Hilang Kontak

Di tengah berlangsungnya operasi SAR, Polri juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum KM Arupadatu 1 dilaporkan hilang kontak.

Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten telah melakukan pendalaman dan meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk pemilik kapal, pekerja galangan kapal serta pihak yang berkaitan dengan proses docking dan perbaikan kapal.

Penyelidikan tersebut berjalan secara paralel dengan operasi pencarian. Namun, fokus utama aparat saat ini tetap diarahkan pada upaya menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.

Polri juga meminta masyarakat, nelayan maupun pihak lain yang memiliki informasi mengenai keberadaan KM Arupadatu 1 atau delapan orang tersebut untuk segera melaporkannya kepada Basarnas, Polri atau aparat berwenang.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pencarian secara mandiri, khususnya dengan memasuki wilayah operasi SAR atau perairan sekitar Gunung Anak Krakatau tanpa koordinasi dengan petugas.

“Kami mengajak masyarakat untuk membantu melalui koordinasi dengan petugas. Jika memiliki informasi, segera sampaikan kepada Basarnas, Polri atau aparat berwenang. Jangan mengambil tindakan sendiri karena kondisi laut dan kawasan Gunung Anak Krakatau memiliki risiko yang harus diperhitungkan,” pungkas Trunoyudo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *