Example floating
Example floating
BeritaKesehatanNasional

Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah, DPN BAPERMEN Imbau Warga Gunakan Masker

29
×

Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah, DPN BAPERMEN Imbau Warga Gunakan Masker

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (bapermennews.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia mulai menimbulkan dampak terhadap kualitas udara. Asap dari titik-titik kebakaran dilaporkan menyelimuti sejumlah kota dan kabupaten, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat paparan asap.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Badan Advokasi Perlindungan Konsumen (BAPERMEN), Romi Yufhendra, S.H., mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak kabut asap untuk segera menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Menurut Romi, penggunaan masker merupakan salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan langsung terhadap partikel asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

Kami mengimbau kepada masyarakat yang terdampak kabut asap agar menggunakan masker ketika keluar rumah. Jangan menganggap persoalan asap ini sebagai sesuatu yang biasa, karena kualitas udara yang buruk dapat mengganggu kesehatan masyarakat, ujar Romi.

Romi juga meminta pemerintah pusat bersama pemerintah daerah meningkatkan langkah penanganan karhutla secara cepat, terukur, dan terpadu. Upaya pemadaman, menurutnya, harus menjadi prioritas agar kebakaran tidak semakin meluas dan asap tidak terus mengganggu kehidupan masyarakat.

Secara khusus, Romi meminta Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengambil langkah yang lebih tegas dalam memastikan seluruh sumber daya pemerintah dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.

Kami meminta Bapak Presiden Prabowo dan Mas Gibran sebagai Wakil Presiden untuk lebih tegas dan fokus dalam penanganan karhutla ini. Jangan sampai masyarakat terus-menerus menjadi korban akibat asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan. Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama negara,” tegasnya.

Selain penanganan kebakaran, Romi juga meminta pemerintah memperhatikan keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah yang mengalami dampak kabut asap cukup parah.

Ia mengusulkan agar pemerintah daerah, apabila kondisi kualitas udara sudah membahayakan, mempertimbangkan pembelajaran secara daring atau online bagi siswa untuk sementara waktu.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan berarti menghentikan proses pendidikan, melainkan sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Kalau kondisi udara di suatu kabupaten atau kota sudah sangat buruk dan membahayakan kesehatan, pemerintah harus berani mengambil keputusan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring. Pendidikan tetap berjalan, tetapi kesehatan anak-anak juga harus dilindungi,” katanya.

Romi menegaskan, penanganan kabut asap membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat. Selain pemadaman, pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran juga harus diperketat.

Ia berharap penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika asap sudah menyelimuti permukiman, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebabkan atau membiarkan terjadinya kebakaran.

Jangan menunggu korban berjatuhan atau anak-anak mengalami gangguan kesehatan baru kita bertindak. Negara harus hadir sejak awal. Lindungi masyarakat, padamkan api, dan pastikan generasi penerus bangsa tidak menjadi korban kabut asap,” pungkas Romi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *