Example floating
Example floating
BeritaNasional

Longsor Timbun 12 Ponton Tambang Emas Ilegal di Sungai Kuantan, Empat Orang Terluka

103
×

Longsor Timbun 12 Ponton Tambang Emas Ilegal di Sungai Kuantan, Empat Orang Terluka

Sebarkan artikel ini

SIJUNJUNG (bapermennews.com) – Longsor menerjang kawasan tambang emas ilegal di aliran Sungai Kuantan, perbatasan Nagari Silokek dan Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 14.15 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi setelah kawasan itu diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Empat orang yang bertugas menjaga ponton di lokasi dilaporkan mengalami luka ringan.

Kasi Humas Polres Sijunjung, AKP Irwan Doni, mengatakan keempat korban telah dibawa ke Puskesmas Gambok untuk mendapatkan penanganan medis.

“Akibat kejadian itu empat orang yang bertugas menjaga ponton di lokasi mengalami luka ringan dan dibawa ke Puskesmas Gambok,” kata Irwan kepada Sumbarkita, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, saat kejadian terdapat sekitar 12 ponton beserta mesin dompeng di kawasan tersebut. Peralatan tambang itu kemudian tertimbun material longsor dan sebagian terbawa arus sungai.

Irwan mengatakan, pihak kepolisian sebelumnya telah mengingatkan pemilik ponton agar memindahkan peralatan tambang dari kawasan sungai.

Peringatan tersebut disampaikan saat kegiatan penilaian Geopark Silokek yang berlangsung pada 15-21 Agustus 2026.

“Sebelumnya sudah diingatkan ketika adanya kegiatan penilaian Geopark Silokek pada 15-21 Agustus kepada pemilik untuk memindahkan ponton dari kawasan sungai. Mungkin karena takut jauh dari lokasi makanya mereka tidak mendengarkan,” ujarnya.

Meski lokasi tersebut disebut sebagai kawasan tambang emas ilegal, Irwan memastikan saat longsor terjadi tidak ditemukan aktivitas penambangan.

“Pada saat kejadian itu tidak ditemukan adanya aktivitas tambang. Yang ada itu cuma peralatannya saja seperti ponton, mesin dompeng dan lain-lain,” katanya.

Sementara itu, peristiwa longsor tersebut sebelumnya terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook Chai Roel Anas.

Dalam video tersebut terlihat material longsor menerjang kawasan sungai. Sejumlah peralatan tambang, termasuk ponton, tampak hanyut terbawa derasnya arus air.

Polisi masih melakukan pendataan terhadap dampak kejadian, termasuk kondisi peralatan tambang yang tertimbun maupun hanyut akibat longsor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *