PADANG (bapermennews.com) – Perselisihan antara perwira Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar), Kombes Pol Teddy Fanani, dengan seorang pengemudi bernama Bill Irzano alias Bili yang sempat viral di media sosial, akhirnya berakhir damai.
Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya membenarkan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kesepakatan damai dicapai setelah kedua belah pihak bertemu pada Minggu (10/8/2026) malam.
“Dengan niat baik dan hati yang tulus, akhirnya masalah itu telah diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” ujar Susmelawati di Padang, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, perdamaian tersebut tercapai melalui komunikasi langsung antara kedua belah pihak tanpa adanya tekanan maupun paksaan.
Susmelawati yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, Kombes Pol Teddy Fanani bertemu langsung dengan Bill Irzano bersama keluarganya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam dialog tersebut, kedua pihak saling menyampaikan pandangan masing-masing hingga kesalahpahaman yang sebelumnya terjadi dapat diselesaikan.
Setelah sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan persoalan tersebut, kedua belah pihak kemudian membuat surat pernyataan bersama yang ditandatangani sebagai bentuk kesepakatan.
“Yang terpenting kedua belah pihak telah saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Kesepakatan telah dituangkan dalam surat pernyataan,” jelasnya.
Susmelawati berharap perdamaian tersebut dapat mengakhiri polemik yang sempat menjadi perhatian publik dan menjaga situasi tetap kondusif.
Ia juga mengimbau masyarakat, termasuk warganet, agar tidak lagi memperkeruh persoalan yang telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Sebelumnya, perselisihan antara kedua pihak sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian warganet. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Adinegoro, kawasan Lubuk Buaya, Kota Padang, pada Jumat (7/8/2026).
Saat kejadian, Kombes Pol Teddy Fanani dan Bill Irzano diketahui sama-sama sedang dalam perjalanan menuju bandara menggunakan kendaraan masing-masing. Keduanya kemudian terlibat perselisihan di tengah perjalanan.
Dengan adanya kesepakatan damai tersebut, Polda Sumbar berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menghormati keputusan kedua belah pihak demi menjaga keamanan serta kondusivitas di wilayah Sumatera Barat.















