JAKARTA (bapermennews.com) – Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat bergerak cepat melakukan penanganan darurat pasca ambruknya sebuah rumah di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat. Langkah awal yang dilakukan berupa pemasangan cerucuk kayu dolken dan bronjong guna mencegah terjadinya longsor susulan di sekitar lokasi.
Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Sudin SDA Jakarta Pusat, Citrin Indriati, menjelaskan bahwa pengamanan telah dimulai sejak Jumat malam dengan memperkuat sisi jalan yang berada di dekat lokasi kejadian.
“Semalam kami telah melakukan pemasangan cerucuk dolken di sisi jalan untuk menjaga stabilitas tanah. Pagi ini dilanjutkan dengan pemasangan dolken dan bronjong di sisi rumah yang terdampak agar tidak terjadi amblesan susulan,” ujar Citrin, Sabtu (27/6/2026).
Selain penanganan darurat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan langkah permanen berupa pembangunan turap (sheet pile) sepanjang sekitar 60 meter di bantaran Kali Ciliwung atau Banjir Kanal Barat (BKB). Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan oleh Dinas SDA melalui Bidang Pengendalian Banjir sebagai upaya memperkuat tanggul dan mencegah kejadian serupa.
Citrin menuturkan, proses penanganan baru dapat dilakukan setelah adanya mediasi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan pemilik rumah. Setelah garis polisi dibuka pada Jumat malam, petugas langsung melakukan pengamanan di lokasi.
“Setelah proses mediasi selesai dan police line dibuka, kami langsung melakukan pengamanan di sisi jalan, kemudian dilanjutkan ke area rumah yang terdampak,” jelasnya.
Diketahui, penghuni rumah yang ambruk telah mengungsi sejak Jumat (19/6/2026), sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dugaan sementara penyebab ambruknya bangunan adalah abrasi di bantaran Kali Banjir Kanal Barat (BKB). Selain rumah kos, sebuah tempat pembuangan sampah di sekitar lokasi juga ikut terdampak.
Peristiwa ambruknya rumah tersebut sempat terekam kamera CCTV dan videonya beredar luas di media sosial, sehingga menarik perhatian publik serta mendorong percepatan penanganan oleh pemerintah.















