PADANG (bapermennews) – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus membuka peluang kerja sama internasional di berbagai sektor. Kali ini, Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty membahas peluang investasi hilirisasi gambir hingga penguatan kerja sama budaya di Kota Padang, Rabu (13/5/2026).
Mahyeldi mengatakan India selama ini menjadi pasar terbesar komoditas gambir asal Sumbar. Karena itu, Pemprov Sumbar berharap investor India dapat berinvestasi dalam pengembangan industri hilirisasi gambir di daerah tersebut.
Menurutnya, investasi itu tidak hanya meningkatkan nilai jual gambir, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat dan berdampak pada kesejahteraan petani gambir, terutama di wilayah Pesisir Selatan dan Limapuluh Kota.
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Sumbar juga menawarkan kawasan Padang Industrial Park sebagai salah satu lokasi strategis bagi investor India untuk mengembangkan industri di Sumbar.
Selain ekonomi, kedua pihak turut membahas peluang kerja sama di bidang kesehatan dan pendidikan. India disebut siap membuka program pelatihan bagi aparatur sipil negara, khususnya di sektor kesehatan dan pengentasan kemiskinan.
Mahyeldi menilai India memiliki kemajuan di bidang kesehatan, terutama dalam pengembangan obat-obatan dan tenaga medis, sehingga kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Sumbar.
Di sektor budaya dan pariwisata, Sumbar juga mengajak India berkolaborasi dalam festival Serak Gulo yang rutin digelar setiap Desember di Kota Padang. Kolaborasi budaya itu diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan mempererat hubungan kedua negara.
Sementara itu, Sandeep Chakravorty menyebut kerja sama India dan Sumbar memiliki potensi besar, terutama di bidang ekonomi. Ia mengatakan Sumbar merupakan produsen gambir terbesar di dunia, sedangkan India menjadi salah satu konsumen terbesar katekin hasil olahan gambir.
Selain investasi hilirisasi gambir, India juga membuka peluang kerja sama di sektor energi terbarukan, kesehatan, hingga pendidikan antara Universitas Andalas dengan sejumlah universitas di India.









