Example floating
Example floating
BeritaInternasionalOlahraga

International Jam Gadang Fun Run 2026 Meriah, Ribuan Pelari Rayakan Satu Abad Ikon Bukittinggi

17
×

International Jam Gadang Fun Run 2026 Meriah, Ribuan Pelari Rayakan Satu Abad Ikon Bukittinggi

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI (bapermennews.com) – Sebanyak 2.000 pelari dari berbagai komunitas olahraga memeriahkan ajang International Jam Gadang Fun Run 2026 yang digelar di Kota Bukittinggi, Minggu (7/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan 100 Tahun Jam Gadang tersebut berlangsung meriah dengan titik start dan finis di kawasan ikon Kota Bukittinggi, Jam Gadang.

Sejak pagi hari, ribuan peserta telah memadati kawasan depan Istana Bung Hatta. Para pelari datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara untuk mengikuti lomba lari yang mengelilingi sejumlah ruas jalan utama di kota wisata tersebut.

Wakil Ketua Umum IKA UNAND, Imelda Sari, mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara IKA UNAND dan Pemerintah Kota Bukittinggi yang didukung berbagai kementerian serta InJourney dalam rangka memeriahkan satu abad Jam Gadang.

“International Jam Gadang Fun Run 2026 menjadi bentuk kebanggaan kita terhadap Bukittinggi sebagai kota bersejarah sekaligus destinasi wisata legendaris di Sumatera Barat bahkan Indonesia,” ujarnya usai pelepasan peserta oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.

Menurut Imelda, momentum peringatan 100 tahun Jam Gadang menjadi sarana memperkenalkan sejarah, budaya, dan daya tarik wisata Bukittinggi kepada generasi muda serta masyarakat internasional.

Jam Gadang yang menjadi simbol Kota Bukittinggi memiliki perjalanan sejarah panjang. Menara jam tersebut mulai dibangun pada tahun 1926 dan selesai pada 1927. Peresmiannya dilakukan pada 25 Juli 1927 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan bahwa Jam Gadang merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada sekretaris (controleur) Fort de Kock, nama lama wilayah Bukittinggi pada masa kolonial Belanda.

Dengan tinggi sekitar 26 meter, Jam Gadang hingga kini tetap menjadi salah satu bangunan paling ikonik di Sumatera Barat. Mesin jamnya diproduksi oleh perusahaan Vorthmann di Recklinghausen, Jerman, dan masih berfungsi dengan baik.

Keunikan Jam Gadang juga terlihat pada penggunaan angka Romawi “IIII” sebagai penanda angka empat, berbeda dengan penggunaan “IV” yang umum ditemukan pada menara jam di berbagai negara.

Selain itu, bentuk atap Jam Gadang telah mengalami beberapa kali perubahan mengikuti perjalanan sejarah bangsa. Awalnya bergaya Eropa pada masa Belanda, kemudian berubah mengikuti arsitektur Jepang saat pendudukan Jepang, hingga akhirnya menggunakan atap bergonjong khas Rumah Gadang Minangkabau setelah Indonesia merdeka.

Sebagai kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan pada masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), ibu kota Sumatera Tengah, dan ibu kota Provinsi Sumatera Barat sebelum berpindah ke Padang, Bukittinggi terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional.

Perayaan 100 Tahun Jam Gadang juga mendapat perhatian dari kalangan internasional. Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, turut hadir dan menyaksikan kemeriahan acara di kawasan Jam Gadang.

“Pak Dubes berulang kali menyampaikan bahwa Bukittinggi sangat indah dan menarik,” kata Ramlan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IKA UNAND, Denny Abdi, mengapresiasi kerja sama berbagai pihak yang mampu menghadirkan kegiatan berskala internasional dalam waktu persiapan yang relatif singkat.

“Dalam waktu sekitar satu setengah bulan, kolaborasi alumni UNAND berhasil menghadirkan International Jam Gadang Fun Run 2026 yang diikuti 2.000 pelari. Ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga simbol persahabatan dan hubungan antarbangsa,” ujarnya.

Denny juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Maju 2045.

“Generasi penerus bangsa harus terus bersemangat membangun Indonesia menuju tahun 2045,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *