SOLOK (bapermennews.com) – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga prasejahtera melalui penguatan kapasitas usaha bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar bertema “UMKM Tangguh: Literasi Keuangan dan Legalitas Usaha” yang diikuti sekitar 400 nasabah PNM Mekaar di Kota Solok, Sumatera Barat.
Pemimpin Cabang PNM Padang, Hendra Jalius, mengatakan bahwa akses permodalan yang diberikan kepada pelaku usaha ultra mikro harus dibarengi dengan pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, literasi keuangan dan pemahaman mengenai legalitas usaha menjadi bekal penting bagi para perempuan pengusaha dalam menghadapi persaingan dan perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis.
“PNM meyakini bahwa pembiayaan yang disertai pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha akan memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan bagi para nasabah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PKU Akbar dirancang sebagai sarana pembelajaran sekaligus penguatan mental kewirausahaan agar para pelaku usaha semakin percaya diri dalam mengelola usaha dan mengembangkan bisnisnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan, legalitas usaha, hingga strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, memberikan apresiasi terhadap peran aktif PNM dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Menurutnya, program yang dijalankan PNM sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan keluarga, mengingat sebagian besar pelaku usaha ultra mikro merupakan ibu rumah tangga yang turut menopang ekonomi keluarga.
Untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan usaha, PNM turut berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan, BRI, Pegadaian, BRI Life, serta pemerintah daerah setempat.
Selain menerima materi mengenai pengelolaan keuangan dan perlindungan asuransi, para peserta juga memperoleh fasilitas pengurusan sertifikat halal secara gratis guna meningkatkan daya saing produk mereka di pasar.
Salah seorang nasabah PNM Mekaar asal Kecamatan Lembah Gumanti, Reni, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia kini lebih memahami proses legalitas usaha dan memperoleh peluang untuk memperluas jaringan pemasaran melalui pameran produk unggulan yang digelar dalam acara tersebut.
Kegiatan PKU Akbar ditutup dengan berbagai aktivitas sosial, termasuk layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta serta lomba mewarnai untuk anak-anak nasabah yang hadir mendampingi orang tua mereka.
Program ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya PNM dalam menciptakan pelaku usaha ultra mikro yang tangguh, mandiri, dan mampu berkembang secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.















