Example floating
Example floating
Berita

Truk Pengangkut Excavator Terguling Timpa Rumah Warga, Aktivitas PETI di Galugua Kembali Disorot

32
×

Truk Pengangkut Excavator Terguling Timpa Rumah Warga, Aktivitas PETI di Galugua Kembali Disorot

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA (bapermennews.com) — Kecelakaan truk tronton atau trado yang mengangkut alat berat excavator hingga terguling dan menimpa rumah warga di Jorong Mongan, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Senin malam (17/8/2026), kembali menyoroti dugaan masih berlangsungnya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah tersebut.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu menyebabkan sebuah rumah warga mengalami kerusakan setelah tertimpa alat berat yang diangkut truk.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di sekitar lokasi, truk tersebut diduga kehilangan kendali saat melintasi tanjakan. Kendaraan disebut tidak mampu menanjak sehingga akhirnya terguling dan excavator yang diangkut jatuh ke arah rumah warga.

“Truk tersebut diduga tidak kuat mendaki sehingga kehilangan kendali, kemudian terbalik dan alat berat yang dibawanya jatuh ke arah rumah warga,” ujar seorang warga.

Warga menduga excavator tersebut sedang dibawa menuju lokasi aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan Galugua. Dugaan tersebut semakin menjadi perhatian karena mobil pengangkut alat berat tersebut melintas pada malam hari.

Selain itu, beredar informasi di tengah masyarakat bahwa kendaraan pengangkut alat berat tersebut diduga mendapat pengawalan dari oknum anggota Babinsa. Namun, informasi mengenai dugaan pengawalan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

Aparat Belum Memberikan Keterangan Terperinci

Saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Syaiful Wahid, SH., S.I.K., MH., mengaku belum mengetahui kejadian tersebut karena sedang berada di Jakarta.

“Saya belum mengetahui kejadian tersebut, karena saat ini saya di Jakarta. Silakan hubungi Kasat Reskrim saja,” ujarnya melalui WhatsApp.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota AKP Muhammad Indra Prakoso, SH., S.I.K., saat dihubungi media ini belum memberikan tanggapan terkait kronologi maupun dugaan tujuan pengangkutan alat berat tersebut.

Terpisah, Dandim Limapuluh Kota Letkol Inf. Adi Nofriadi Nata juga menanggapi informasi mengenai dugaan keterlibatan anggota TNI dalam pengangkutan alat berat tersebut.

Ia meminta agar informasi mengenai keterlibatan institusi TNI tidak disimpulkan sebelum adanya kepastian dan meminta media mengonfirmasi pihak terkait di tingkat nagari.

“Pastikan dulu, jangan bawa-bawa institusi dalam kejadian tersebut. Silakan tanyakan ke wali nagari di sana,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, aparat kepolisian disebut telah berada di tempat kejadian dan melakukan proses evakuasi terhadap truk beserta alat berat yang mengalami kecelakaan.

PETI di Galugua Kembali Menjadi Sorotan

Peristiwa tersebut menambah perhatian publik terhadap dugaan aktivitas PETI di wilayah Galugua. Sebab, keberadaan alat berat jenis excavator di kawasan tersebut menjadi salah satu indikasi yang perlu ditelusuri lebih lanjut, khususnya terkait izin penggunaan dan tujuan pengangkutannya.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak hanya menangani kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan rumah warga, tetapi juga melakukan penelusuran terhadap asal-usul alat berat, pihak yang mengangkut, lokasi tujuan, serta apakah kegiatan pertambangan yang menjadi tujuan alat berat tersebut memiliki perizinan yang sah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci mengenai siapa pemilik truk dan excavator tersebut, dari mana alat berat itu berasal, serta apakah benar kendaraan tersebut sedang menuju lokasi aktivitas PETI.

bapermennews.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan berimbang mengenai peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *