Example floating
Example floating
BeritaNasionalPendidikan

BRIN dan Universitas Bung Hatta Kembangkan Model Mitigasi Situs Arkeologi Maritim di Pesisir Sumatera Barat

8
×

BRIN dan Universitas Bung Hatta Kembangkan Model Mitigasi Situs Arkeologi Maritim di Pesisir Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini

PADANG (bapermennews.com) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim dan Budaya Berkelanjutan berkolaborasi dengan Universitas Bung Hatta (UBH) Padang dalam pelaksanaan riset strategis terkait pengembangan, pelestarian, dan mitigasi risiko bencana terhadap situs-situs arkeologi maritim di pesisir Sumatera Barat.

Kolaborasi riset yang melibatkan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta tersebut difokuskan pada identifikasi kondisi terkini situs-situs arkeologi maritim di Kabupaten Pesisir Selatan pasca terjadinya berbagai bencana hidrometeorologi serta aktivitas kegempaan yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Mitra Peneliti Lokal Universitas Bung Hatta, Dr. Harfiandri Damanhuri, menjelaskan bahwa penelitian lapangan dilaksanakan selama 10 hari, mulai 8 hingga 17 Juni 2026. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat kerentanan situs warisan budaya maritim sekaligus merumuskan model mitigasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Puncak gangguan lingkungan yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah bencana banjir besar yang terjadi pada November 2025. Selain menghasilkan publikasi ilmiah, penelitian ini juga diarahkan untuk menyusun rekomendasi kebijakan serta model perlindungan terhadap situs-situs bersejarah yang memiliki nilai penting dan telah berusia lebih dari 50 tahun,” ujarnya di Padang, Minggu.

Menurutnya, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pelestarian warisan budaya maritim yang terintegrasi dengan upaya mitigasi risiko bencana.

Lebih lanjut, penelitian ini mengusung pendekatan resiliensi sosial-ekologis dalam upaya pelestarian situs maritim. Kajian mencakup aspek ketahanan sosial masyarakat pesisir, ketahanan ekologi kawasan, mitigasi risiko bencana, serta pengembangan sistem perlindungan situs berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi masyarakat.

Program riset tersebut memperoleh dukungan pendanaan melalui Rumah Program Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra Tahun 2026. Selain menghasilkan luaran akademik berupa publikasi ilmiah, penelitian ini juga ditargetkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah maupun lembaga pengelola kebudayaan.

Bagi Universitas Bung Hatta, kerja sama penelitian dengan BRIN merupakan bagian dari upaya penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya pada aspek kemitraan strategis, hilirisasi hasil penelitian, serta kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Kontribusi tersebut meliputi SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDGs 14 tentang Ekosistem Laut, serta SDGs 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

“Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, perubahan sosial masyarakat, dan kemajuan teknologi, kolaborasi lintas institusi serta lintas disiplin ilmu menjadi kebutuhan strategis untuk menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat,” tambahnya.

Tim peneliti BRIN dalam kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Ira Dillenia sebagai Ketua Tim Peneliti Arkeologi Maritim. Tim juga diperkuat oleh Gendro Keling, M.A. (Arkeologi Maritim), Dr. Ing. Semeidi Husrin (Kebencanaan Geologi Kelautan), Dr. Dian Oktaviani (Ekologi Laut), Bobby Bagja Pratama, M.Si. (Pemodelan Ekosistem Pesisir dan GIS), serta Dr. Ofri Johan (Terumbu Karang).

Sementara itu, Universitas Bung Hatta diwakili oleh Dr. Harfiandri Damanhuri, pakar Konservasi dan Ekowisata Bahari dari Program Studi Sumber Daya Perairan, Pesisir dan Kelautan (SP2K) Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Pelaksanaan penelitian lapangan turut didukung oleh Samsuardi, S.Pi., selaku Dive Master yang melakukan pengambilan data pada Situs Benteng Pulau Cingkuak dan Situs Arkeologi Bawah Laut Kapal MV Boelongan Nederland di kawasan Teluk Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan.

Melalui penelitian ini, BRIN dan Universitas Bung Hatta berharap dapat memperkuat upaya pelestarian warisan budaya maritim Indonesia, sekaligus membangun model mitigasi bencana yang mampu menjaga keberlanjutan situs-situs bersejarah sebagai bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *