PADANG PARIAMAN (bapermennews.com) – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memperoleh bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp25,3 miliar untuk merevitalisasi 48 sekolah yang terdampak bencana pada akhir 2025.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Hendri, di Parik Malintang, Sabtu, mengatakan bahwa proses revitalisasi saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan.
“Pelaksanaan revitalisasi sekolah terdampak bencana tahun lalu saat ini sedang berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program revitalisasi tersebut dilaksanakan melalui sistem swakelola, dengan dana bantuan yang langsung disalurkan ke rekening masing-masing sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta selesai sesuai jadwal.
Dari total 48 sekolah penerima bantuan, sebanyak 21 PAUD/Pendidikan Nonformal (PNF) memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp11,3 miliar, 24 Sekolah Dasar (SD) menerima Rp6,3 miliar, dan 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) memperoleh Rp7,5 miliar.
Besaran bantuan yang diterima setiap sekolah berbeda-beda, disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan. Untuk PAUD dan PNF, nilai bantuan berkisar dari ratusan juta rupiah hingga lebih dari Rp800 juta. Sementara untuk tingkat SMP, nilai bantuan mencapai miliaran rupiah.
Beberapa PAUD yang menerima bantuan terbesar senilai sekitar Rp800 juta di antaranya TK Delima Bandara, KB Buah Hati, SPS Durian Ajung, dan TK Raudhatul Jannah.
Pada jenjang SD, sebagian besar sekolah memperoleh bantuan sebesar Rp109 juta, sedangkan lainnya menerima dana yang bervariasi mulai dari Rp225,7 juta hingga Rp823,4 juta. Penerima bantuan terbesar adalah SDN 18 Batang Gasan sebesar Rp823,4 juta, disusul SDN 10 Batang Gasan sebesar Rp736,5 juta, SDN 15 Ulakan Tapakis sebesar Rp675 juta, dan SDN 15 Batang Gasan sebesar Rp673,9 juta.
Sementara itu, tiga SMP penerima bantuan revitalisasi yakni SMPN 5 Lubuk Alung sebesar Rp2,7 miliar, SMPN 6 Lubuk Alung sebesar Rp1,1 miliar, dan SMPN 2 Nan Sabaris yang menerima bantuan terbesar, yakni Rp3,7 miliar.
Selain program revitalisasi pascabencana, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga tengah mengusulkan 21 Sekolah Dasar untuk masuk dalam program Revitalisasi Sekolah Reguler Tahun 2026 guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah tersebut.















