Example floating
Example floating
Berita

Pemko Sawahlunto Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Lahan Pertanian Produktif Lewat Program Gerak Lekas

151
×

Pemko Sawahlunto Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Lahan Pertanian Produktif Lewat Program Gerak Lekas

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO (bapermennews.com) – Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, terus berupaya mengembalikan fungsi lahan bekas tambang melalui Program Gerakan Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang (Gerak Lekas). Program ini bertujuan mengubah kawasan pascatambang menjadi lahan pertanian produktif yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa program tersebut mengedepankan reklamasi lahan, peningkatan kesuburan tanah, serta pendampingan teknis bagi para petani.

Menurutnya, lahan bekas tambang umumnya mengalami kerusakan struktur tanah, minim unsur hara, dan tingkat keasaman yang tinggi sehingga tidak lagi produktif. Namun, dengan penanganan yang tepat, lahan tersebut masih memiliki potensi besar untuk kembali dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian.

Sebagai langkah awal, Pemko Sawahlunto menyiapkan tiga lokasi demonstration plot (demplot), yakni di Desa Kolok Nan Tuo, Desa Rantih, dan Desa Muaro Kalaban. Ketiga lokasi tersebut akan ditanami jagung yang dinilai mampu beradaptasi dengan kondisi lahan pascatambang sekaligus menjadi percontohan sebelum program diperluas ke wilayah lain.

“Jagung dipilih sebagai komoditas awal karena memiliki daya adaptasi yang baik terhadap proses rehabilitasi lahan dan diharapkan menjadi model pemanfaatan lahan bekas tambang di masa mendatang,” ujar Heni.

Ia menambahkan, program Gerak Lekas tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga bertujuan mengembalikan fungsi lahan sebagai sumber penghasilan masyarakat. Pemerintah juga mendorong keterlibatan aktif pemilik lahan melalui dukungan pemerintah desa agar pemanfaatan lahan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa.

Menurutnya, pemerintah kecamatan dan desa memiliki peran penting dalam mendata potensi lahan, mendampingi masyarakat pemilik lahan, serta memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah agar proses rehabilitasi berjalan optimal.

“Kami mengarahkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk bersinergi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sehingga pemanfaatan kembali lahan bekas tambang dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Jeffry.

Selain melakukan reklamasi lahan, Pemerintah Kota Sawahlunto juga akan memberikan pendampingan kepada petani melalui perbaikan kesuburan tanah, penerapan teknologi budidaya, serta penguatan kapasitas pengelolaan lahan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan bekas tambang sebagai lahan pertanian produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *