PADANG (bapermennews) – Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumatra Barat dan Masyarakat Peduli Karim menyegel area Balai Kota Padang usai menggelar aksi demonstrasi menuntut keadilan atas meninggalnya Karim Sukma Satria, Kamis (7/5/2026).
Aksi penyegelan berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian setelah para demonstran kecewa karena Wali Kota Padang, Fadly Amran, tidak hadir menemui massa aksi. Keluarga Karim juga terlihat ikut dalam unjuk rasa tersebut untuk menyampaikan langsung tuntutan mereka kepada pemerintah daerah.
Sri Sukma, adik Karim, menilai ketidakhadiran wali kota menunjukkan belum adanya keseriusan pemerintah dalam merespons tuntutan keluarga maupun masyarakat yang meminta kejelasan atas kasus tersebut.
Ia mengatakan pihak keluarga mendapat informasi bahwa wali kota sedang berada di luar kota untuk urusan dinas sehingga tidak bisa menemui peserta aksi.
“Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan untuk adik kami. Sampai sekarang belum ada jawaban pasti terkait kasus Karim,” ungkapnya.
Dalam aksi itu, ayah Karim, Rafles, turut membawa sejumlah dokumen milik anaknya. Ia menegaskan Karim tidak pernah memiliki riwayat kriminal ataupun gangguan kejiwaan seperti isu yang berkembang.
“Anak saya tidak pernah terlibat kriminal dan bukan ODGJ,” tegas Rafles saat berorasi.
Sementara itu, koordinator aksi Muhammad Fajri menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada tanggung jawab dan penjelasan dari pihak terkait.
Ia juga menyebut aksi lanjutan akan kembali digelar pekan depan dengan harapan Wali Kota Padang dapat menemui massa secara langsung.















