Example floating
Example floating
Berita

Harga Cabai di Pasar Raya Padang Berfluktuasi, Cabai Keriting Non Lokal Turun, Rawit Hijau Naik

27
×

Harga Cabai di Pasar Raya Padang Berfluktuasi, Cabai Keriting Non Lokal Turun, Rawit Hijau Naik

Sebarkan artikel ini

PADANG (bapermennews.com) – Harga sejumlah komoditas cabai di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat, kembali mengalami fluktuasi pada Rabu (15/7/2026). Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perdagangan Kota Padang, harga cabai keriting non lokal mengalami penurunan, sementara cabai rawit hijau justru mengalami kenaikan.

Staf Bidang Bahan Pokok dan Barang Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Vivi, mengatakan perubahan harga tersebut diketahui dari hasil monitoring yang dilakukan di pasar pada pagi hari.

“Ya, harga cabai keriting non lokal hari ini turun, sementara cabai rawit hijau mengalami kenaikan,” ujarnya.

Berdasarkan data pemantauan, harga cabai keriting non lokal turun dari kisaran Rp36.000–Rp38.000 per kilogram menjadi Rp34.000–Rp36.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga cabai rawit hijau naik dari Rp55.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Kenaikan tersebut diduga dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari luar daerah.

“Rawit hijau terpantau lebih tinggi. Kemungkinan akibat pasokan dari luar daerah yang mulai berkurang,” jelas Vivi.

Sementara itu, harga cabai keriting lokal masih relatif stabil di kisaran Rp32.000–Rp36.000 per kilogram. Harga cabai rawit merah juga bertahan di angka Rp60.000 per kilogram.

Untuk cabai keriting hijau, harga mengalami penyesuaian dari sebelumnya Rp28.000–Rp35.000 per kilogram menjadi Rp32.000–Rp35.000 per kilogram.

Selain komoditas cabai, harga bawang merah juga mengalami perubahan. Bawang merah super turun ke kisaran Rp30.000–Rp34.000 per kilogram, bawang merah biasa menjadi Rp26.000–Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang merah peking diperdagangkan pada kisaran Rp19.000–Rp24.000 per kilogram.

Meski demikian, Dinas Perdagangan Kota Padang belum dapat memastikan faktor utama yang memengaruhi perubahan harga tersebut karena fluktuasi baru terjadi dalam satu hari terakhir.

“Belum bisa kita pastikan apa yang memengaruhi karena perubahan ini baru terjadi hari ini. Besok mungkin bisa berubah lagi,” tutup Vivi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *