Example floating
Example floating
BeritaNasional

Pemkab Solok Percepat Swasembada Bawang Putih, Perluas Areal Tanam dan Perkuat Produksi Benih

21
×

Pemkab Solok Percepat Swasembada Bawang Putih, Perluas Areal Tanam dan Perkuat Produksi Benih

Sebarkan artikel ini

SOLOK (bapermennews.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat (Sumbar), terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada bawang putih melalui perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas, serta penguatan produksi dan ketersediaan benih.

Wakil Bupati Solok, Candra, mengatakan pengembangan bawang putih harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berfokus pada kegiatan penanaman.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut juga sangat bergantung pada ketersediaan benih berkualitas, sarana produksi, penerapan teknologi budidaya, serta pendampingan kepada petani hingga masa panen.

“Pengembangan bawang putih perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui penanaman, tetapi juga memastikan ketersediaan sarana produksi dan pendampingan kepada petani sampai masa panen,” kata Candra di Solok, Rabu.

Ia menyebutkan, perluasan areal tanam menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan produksi bawang putih di Kabupaten Solok. Selain memenuhi kebutuhan daerah, peningkatan produksi tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi Kabupaten Solok terhadap pemenuhan kebutuhan bawang putih secara nasional.

Kabupaten Solok memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas bawang putih. Kondisi geografis dan agroklimat di sejumlah wilayah dataran tinggi dinilai sangat mendukung pengembangan tanaman hortikultura tersebut.

Salah satu kawasan yang menjadi fokus pengembangan berada di Kecamatan Danau Kembar, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura di Kabupaten Solok.

Pengembangan bawang putih di kawasan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah luas areal tanam, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Karena itu, Candra menekankan pentingnya dukungan terhadap petani, terutama dalam penyediaan benih, sarana produksi, teknologi budidaya, serta pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan masing-masing petani.

Pemkab Solok juga mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan komoditas bawang putih. Sinergi tersebut dinilai penting agar peningkatan produksi tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dapat memperkuat seluruh rantai produksi mulai dari budidaya hingga panen.

“Yang kita dorong bukan hanya luas tanamnya, tetapi bagaimana produktivitas dan kualitas hasil juga meningkat. Karena itu, petani harus mendapatkan dukungan dan pendampingan yang memadai,” ujarnya.

Peningkatan produksi bawang putih juga dinilai memiliki arti strategis dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan dari luar negeri.

Semakin besar kemampuan produksi dalam negeri, maka semakin kuat pula ketahanan pasokan bawang putih nasional. Kondisi tersebut diharapkan secara bertahap dapat mendukung terwujudnya swasembada bawang putih.

Selain aspek ketahanan pangan, pengembangan bawang putih di Kabupaten Solok juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Peningkatan luas tanam, produktivitas dan kualitas hasil panen dapat membuka peluang peningkatan pendapatan petani sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan sentra hortikultura.

Langkah percepatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan penanaman bawang putih secara serentak nasional di Nagari Kampuang Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Penanaman tersebut dilaksanakan secara bersamaan di 17 provinsi dan menjadi bagian dari gerakan nasional untuk meningkatkan produksi bawang putih.

Di tingkat Kabupaten Solok, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan komoditas bawang putih sesuai dengan potensi lahan serta kemampuan petani setempat.

Pemkab Solok menargetkan pengembangan bawang putih dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas, penguatan sarana produksi, penyediaan benih berkualitas dan pendampingan petani.

Dengan berbagai langkah tersebut, produksi bawang putih di Kabupaten Solok diharapkan terus meningkat dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan terwujudnya swasembada bawang putih nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *