Example floating
Example floating
Berita

*Warga Aia Dingin Hadang Truk Sampah Bukittinggi, Keluhkan Bau dan Ancaman Longsor TPA*

32
×

*Warga Aia Dingin Hadang Truk Sampah Bukittinggi, Keluhkan Bau dan Ancaman Longsor TPA*

Sebarkan artikel ini

Padang (bapermennews) — Merasa resah akibat masuknya belasan truk bermuatan sampah yang berasal dari Kota Bukittinggi setiap harinya, masyarakat Aia Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, melakukan aksi penghadangan terhadap truk sampah di pintu masuk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aia Dingin, Minggu (26/04/2026).

Aksi penghadangan tersebut dilakukan oleh puluhan warga yang berasal dari empat kampung di Kelurahan Balai Gadang. Dalam aksi itu, sempat terjadi adu mulut antara sopir truk sampah dengan warga yang menghadang akses masuk ke lokasi TPA.

Salah seorang warga, Deki (35), mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari masuknya sampah luar daerah ke TPA Aia Dingin. Menurutnya, truk sampah yang melintas setiap hari menimbulkan bau tidak sedap di sepanjang jalan yang dilalui.

“Penghadangan ini kami lakukan karena dampak sampah dari Bukittinggi sangat terasa. Bau menyengat sepanjang jalan sangat mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.

Deki juga menambahkan bahwa masuknya sampah dari luar daerah mempercepat penumpukan di TPA Aia Dingin, sehingga dikhawatirkan dapat memicu bencana, seperti longsor. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi membahayakan permukiman warga yang berada di sekitar lokasi TPA.

“Sampah dari masyarakat Padang saja sudah sangat banyak dan bahkan sudah over kapasitas. Ditambah lagi sampah dari kota lain, tentu kami tidak terima. Risiko longsor bisa terjadi dan itu mengancam rumah warga,” tegasnya.

Selain persoalan bau dan kapasitas, warga juga mengeluhkan dampak terhadap sumber air. Das (33), yang merupakan Ketua Pamsimas Aia Dingin, menyebutkan bahwa air yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan masyarakat justru berkurang akibat digunakan oleh sopir truk untuk mencuci kendaraan setelah membuang sampah.

“Air Pamsimas yang seharusnya untuk masyarakat malah habis karena digunakan untuk mencuci truk sampah. Ini sangat merugikan warga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, warga juga mengkhawatirkan potensi dampak terhadap sumber mata air yang menjadi suplai bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang. Aia Dingin diketahui merupakan salah satu sumber penting air bersih bagi sebagian masyarakat Kota Padang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk meninjau kembali kebijakan masuknya sampah dari luar daerah ke TPA Aia Dingin, demi menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan warga sekitar. (YP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *